1.219 UMKM Jalin Kemitraan dengan Perusahaan Besar, Nilai Transaksi Rp177,1 Miliar
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat sebanyak 1.219 UMKM telah menjalin kemitraan UMKM dengan perusahaan besar sepanjang tahun 2025. Total nilai transaksi dari kerja sama tersebut mencapai Rp177,1 miliar, menandai penguatan peran usaha kecil dalam rantai pasok nasional.
Selain kemitraan dengan perusahaan besar dan BUMN, Kementerian UMKM juga mencatat kerja sama dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang menghasilkan komitmen kemitraan senilai Rp8,77 triliun.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana mengatakan bahwa penguatan kemitraan merupakan strategi utama untuk mendorong usaha kecil naik kelas dan terintegrasi secara berkelanjutan ke dalam ekosistem industri nasional maupun global.
Menurut Temmy, pengembangan usaha kecil tidak dapat dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, Kementerian UMKM terus mendorong kolaborasi konkret antara usaha kecil dengan usaha menengah, usaha besar, BUMN, hingga investor PMDN dan PMA agar UMKM memperoleh akses pasar jangka panjang.
Dalam mendukung kemitraan tersebut, Kementerian UMKM juga mengoptimalkan platform digital BUMN PaDi UMKM. Hingga kuartal III 2025, PaDi UMKM mencatat 143.136 penjual terdaftar dengan nilai transaksi mencapai Rp1,8 triliun.
Selain itu, ajang Inabuyer B2B2G Expo 2025 berhasil mempertemukan 832 UMKM dengan mitra usaha melalui business matching, dengan nilai transaksi mencapai Rp7 miliar.
Dikutip dari antaranews.com
