5 Tips Menjaga Resolusi Keuangan 2026 Agar Konsisten Sepanjang Tahun
Memasuki 2026, banyak orang kembali menetapkan resolusi keuangan demi kondisi finansial yang lebih sehat. Namun, derasnya paparan gaya hidup di media sosial sering kali membuat tujuan tersebut terasa sulit dicapai. Padahal, menurut konsultan keuangan asal Vancouver, Kanada, Parween Mander, apa yang terlihat di media sosial kerap tidak mencerminkan kondisi keuangan sebenarnya.
Mander menilai keberhasilan resolusi keuangan sangat bergantung pada cara seseorang menyusun dan menjalankannya secara realistis. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi kondisi keuangan tahun sebelumnya, mulai dari pendapatan, tabungan, investasi, utang, hingga pengeluaran rutin. Evaluasi ini menjadi dasar penting untuk menentukan strategi keuangan yang lebih tepat di tahun berjalan.
Selanjutnya, membangun dana darurat menjadi prioritas utama. Mander menyarankan dana darurat setara tiga hingga enam bulan pengeluaran, tergantung pada stabilitas pekerjaan. Dana ini berfungsi sebagai perlindungan dari risiko pengeluaran mendadak, seperti biaya kesehatan atau perbaikan kendaraan.
Pengelolaan utang juga perlu dilakukan secara bertahap dan strategis. Metode pelunasan bisa dimulai dari utang dengan saldo terkecil untuk membangun motivasi, kemudian dilanjutkan ke utang berbunga tinggi agar beban finansial berkurang lebih efektif.
Sementara itu, pakar keuangan pribadi Melissa Leong menekankan pentingnya membangun kebiasaan dibanding aturan keuangan yang terlalu kaku. Menurutnya, otomatisasi tabungan, pembayaran tagihan, serta menanamkan nilai sebagai “pengelola uang yang sadar” lebih efektif menjaga konsistensi.
Terakhir, fokus pada kemajuan, bukan kesempurnaan. Kesalahan kecil adalah bagian dari proses. Dengan melacak kebiasaan positif dan memberi ruang untuk fleksibilitas, resolusi keuangan 2026 dapat dijalani secara berkelanjutan dan memberdayakan secara finansial.
Sumber liputan6.com
