KAI Group Catat 214 Juta Pelanggan, Perkuat Integrasi Kereta Api dan Pelabuhan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group melayani sebanyak 214.045.803 pelanggan sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel di berbagai wilayah Indonesia.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan tersebut tidak terlepas dari peran kereta api dalam memperkuat konektivitas antarmoda, terutama di kawasan pelabuhan yang menghubungkan perjalanan darat dan laut. Salah satu contohnya adalah Stasiun Merak di Banten yang terintegrasi dengan layanan penyeberangan, di mana Commuter Line Merak relasi Rangkasbitung–Merak telah melayani hampir 1,98 juta pelanggan selama Januari hingga Mei 2026.
KAI juga mencatat pertumbuhan layanan di sejumlah wilayah lain, seperti Stasiun Ketapang di Banyuwangi yang melayani lebih dari 320 ribu pelanggan, serta Commuter Line Tanjung Priok yang mengangkut sekitar 1,47 juta penumpang hingga akhir Mei 2026. Sementara itu, dua stasiun utama di Semarang melayani lebih dari 3,16 juta pelanggan, sedangkan Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung mencatat 322.451 pelanggan pada periode yang sama.
Selain layanan penumpang, KAI terus memperkuat sektor logistik nasional. Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, mengungkapkan volume angkutan barang berbasis kereta api mencapai 26,49 juta ton sepanjang Januari hingga Mei 2026. Menurutnya, kepastian jadwal dan kapasitas angkutan kereta api menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan memperkuat sistem logistik nasional melalui integrasi transportasi darat dan laut.
