B50 Jadi Langkah Strategis Pemerintah, Hemat Devisa Rp170 Triliun dan Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja
Pemerintah memproyeksikan Program Mandatori Biodiesel B50 mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun sekaligus menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja. Selain itu, kebijakan ini diperkirakan meningkatkan nilai tambah industri crude palm oil (CPO) sebesar Rp23,49 triliun dan menurunkan emisi karbon hingga 44,46 juta ton.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kebutuhan biodiesel nasional untuk implementasi B50 diperkirakan mencapai 16,7–18 juta kiloliter dengan kebutuhan bahan baku minyak sawit sekitar 15,2–16,3 juta ton. Menurutnya, program ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi potensi kelapa sawit.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus mengelola kekayaan alam di dalam negeri agar memberikan nilai tambah bagi bangsa serta memperkuat kedaulatan energi. Program biodiesel sendiri telah berkembang secara bertahap sejak B2,5 pada 2008 hingga kini memasuki implementasi B50.
Kementerian ESDM juga memastikan kesiapan teknis penerapan B50 setelah melalui berbagai uji coba pada sektor transportasi, alat berat pertambangan, pembangkit listrik, hingga perkeretaapian dan kapal. Pemerintah berharap implementasi kebijakan ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, meningkatkan daya saing industri nasional, serta memperkuat kesejahteraan petani kelapa sawit.
Dikutip dari RRI.co.id
