Menkeu Ungkap Strategi Jaga Rasio Utang Indonesia Tetap Sehat dan Berkelanjutan
1 min read

Menkeu Ungkap Strategi Jaga Rasio Utang Indonesia Tetap Sehat dan Berkelanjutan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rasio utang Indonesia masih berada pada level yang aman dan terkendali. Hingga akhir 2025, rasio utang tercatat sebesar 40,54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Menanggapi pandangan sejumlah fraksi DPR terkait peningkatan rasio utang, Purbaya menegaskan pemerintah telah menyiapkan strategi jangka menengah untuk menjaga keberlanjutan fiskal. Strategi tersebut meliputi penguatan keseimbangan primer, optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pengelolaan portofolio utang secara aktif.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan berbagai instrumen pengelolaan utang seperti debt switch, buy back, dan konversi pinjaman guna menjaga profil utang tetap sehat serta meminimalkan risiko fiskal.

Per 31 Maret 2026, posisi utang pemerintah tercatat mencapai Rp9.920,42 triliun atau setara 40,75 persen dari PDB. Dari jumlah tersebut, sekitar 87,22 persen berasal dari Surat Berharga Negara (SBN), sedangkan sisanya berasal dari pinjaman pemerintah. Menurut Purbaya, komposisi tersebut menunjukkan pengelolaan utang Indonesia masih terjaga dan relatif lebih hati-hati dibandingkan sejumlah negara lain.