Fadli Zon Dorong Sinergi Pusat-Daerah untuk Revitalisasi Museum dan Keraton Bersejarah
1 min read

Fadli Zon Dorong Sinergi Pusat-Daerah untuk Revitalisasi Museum dan Keraton Bersejarah

Kementerian Kebudayaan mempercepat program revitalisasi cagar budaya di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat pelestarian warisan budaya nasional. Program tersebut mencakup museum, keraton, istana, dan taman budaya yang dinilai memiliki nilai sejarah, edukasi, dan potensi wisata yang besar.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemerintah menargetkan revitalisasi sekitar 200 cagar budaya dapat berjalan pada 2026. Beberapa objek yang masuk dalam program tersebut antara lain Istana Maimoon di Medan, Keraton Surakarta, museum provinsi, serta taman budaya di berbagai daerah di Indonesia.

Selain perbaikan fisik bangunan, Kementerian Kebudayaan juga memprioritaskan pembaruan tata pamer museum agar koleksi bersejarah lebih mudah dipahami dan menarik bagi pengunjung. Menurut Fadli, banyak museum daerah memiliki koleksi yang bernilai tinggi, namun penyajiannya masih perlu dimodernisasi agar lebih interaktif dan edukatif, terutama untuk menarik minat generasi muda.

Fadli mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang telah mendukung revitalisasi museum melalui alokasi anggaran daerah, salah satunya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Kemenbud sendiri telah menyalurkan dana alokasi khusus untuk museum dan taman budaya senilai Rp1 miliar hingga Rp3 miliar, namun pemerintah daerah diminta turut menyediakan anggaran pendamping agar hasil revitalisasi lebih optimal dan berkelanjutan.

Menurut Menbud, masih terdapat daerah yang belum menyediakan dana pendamping sehingga pengembangan museum dan ruang budaya berjalan kurang maksimal. Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin diperkuat agar target revitalisasi cagar budaya dapat tercapai sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia dan meningkatkan daya tarik wisata berbasis sejarah dan kebudayaan.