China Catat Jumlah Paten AI Generatif Terbanyak di Dunia, Ungguli AS dan Eropa
2 mins read

China Catat Jumlah Paten AI Generatif Terbanyak di Dunia, Ungguli AS dan Eropa

China terus memperkuat dominasinya dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), terutama di bidang AI generatif, dengan jumlah paten terbanyak di dunia. Berdasarkan laporan AI Maturity Index 2025 yang dirilis Institute for Management Development (IMD), China telah mengajukan 38.210 paten AI generatif sepanjang 2014 hingga 2023, jauh melampaui Amerika Serikat yang mencatat 6.276 paten pada periode yang sama.

Menurut Michael Wade, Profesor Strategi dan Digital di IMD sekaligus Direktur Pusat Transformasi Digital dan AI Global TONOMUS, dominasi China dalam paten AI generatif menjadi bukti kuat dari strategi negara tersebut yang berfokus pada penerapan praktis teknologi AI di berbagai sektor industri.

“China tidak hanya berfokus pada membangun kemampuan AI terkuat, tetapi juga bagaimana membawa AI ke pasar melalui efisiensi dan biaya rendah,” ujar Wade dalam wawancara virtual bersama Xinhua, Selasa (11/11/2025).

Meski menghadapi pembatasan ekspor cip komputasi canggih dari negara Barat, China tetap menjadi pemimpin dunia dalam inovasi AI. Negara tersebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung sektor manufaktur, kesehatan, dan kendaraan otonom, serta mempercepat transformasi digital melalui perusahaan besar seperti China Mobile dan NTT yang berinvestasi besar dalam pusat data siap AI.

Sementara itu, laporan IMD juga menempatkan NVIDIA sebagai perusahaan dengan kematangan AI tertinggi di dunia, disusul Microsoft dan Alphabet. Dari 300 perusahaan global yang dievaluasi, sebagian besar perusahaan asal China menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi AI, menempatkan negara itu hanya satu tingkat di bawah AS dalam hal jumlah perusahaan yang memanfaatkan AI secara efektif.

AI Maturity Index 2025 menilai 300 perusahaan teratas dalam daftar Forbes Global 2000 berdasarkan strategi, kepemimpinan, dan etika penggunaan AI. Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan dengan tingkat kematangan AI yang tinggi mengalami pertumbuhan pendapatan rata-rata 6,79 persen per tahun, jauh di atas perusahaan dengan tingkat kematangan rendah yang mencatat penurunan 0,51 persen.

Lembaga IMD, yang berbasis di Swiss dengan kampus di Lausanne dan Singapura, baru-baru ini juga memperluas operasinya ke Shenzhen, China, untuk memperkuat riset dan kolaborasi dalam pengembangan AI global.

Dikutip dari antaranews.com