Olahraga Lari Berkembang Pesat, Persiapan Fisik Tetap Jadi Perhatian
1 min read

Olahraga Lari Berkembang Pesat, Persiapan Fisik Tetap Jadi Perhatian

Olahraga lari kini semakin berkembang dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Pertumbuhan komunitas serta berbagai kegiatan lari membuat olahraga ini semakin mudah diikuti oleh berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan.

Pegiat olahraga Fanny Ghassani mengatakan lari saat ini tidak hanya dilakukan untuk menjaga kebugaran atau mengejar catatan waktu. Aktivitas tersebut juga berkembang menjadi kegiatan sosial yang mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama.

Perkembangan komunitas turut membuat olahraga lari terasa lebih terbuka bagi masyarakat. Perwakilan IM Road Runner (IMRR) Gatot Sudarsono menilai komunitas dapat menjadi ruang bagi pelari pemula maupun berpengalaman untuk berlatih sekaligus berbagi pengalaman.

Meski semakin populer, peningkatan partisipasi dalam kegiatan lari perlu diimbangi dengan kesiapan fisik, terutama bagi masyarakat yang memilih jarak tempuh lebih panjang. Head Emergency MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Jane Rosalind, mengingatkan pentingnya latihan secara bertahap, menjaga hidrasi, dan memahami kondisi tubuh.

Menurut Jane, persiapan yang baik diperlukan agar pelari dapat menyelesaikan perlombaan dengan aman. Pemeriksaan kesehatan juga dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan rekomendasi dokter, khususnya sebelum melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi.

Tren tersebut terlihat dari penyelenggaraan Crystalin Run Xperience 2026 yang diperluas ke Surabaya dan Jakarta. Seri Surabaya pada Juli diikuti sekitar 3.500 peserta, sementara seri Jakarta dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober dengan kategori 2,5K, 5K, 10K, dan 21K.

Penyelenggara juga berencana membentuk komunitas Crystalin Run sebagai wadah latihan bersama bagi pelari dengan berbagai tingkat pengalaman.