Jasa Raharja Tindak Lanjuti Data GASPOLL melalui SIGAP Instansi di PT Prima Karya Sarana Sejahtera
Sleman – Jasa Raharja melalui petugas Samsat Sleman melaksanakan tindak lanjut data GASPOLL melalui kegiatan SIGAP Instansi/Prioritas pada Rabu, 14 Oktober 2026, di PT Prima Karya Sarana Sejahtera, Jalan Colombo Nomor 7, Samirono, Sleman. Kegiatan ini dilakukan untuk mengonfirmasi status kendaraan yang tercatat dalam data GASPOLL sekaligus menindaklanjuti kewajiban Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Irini Anggereini, Staf Administrasi Tingkat I Samsat Sleman, dengan melakukan konfirmasi kepada pihak instansi terkait mengenai status kendaraan yang tercatat. Berdasarkan hasil konfirmasi, satu kendaraan diketahui telah dijual dan masih tercatat memiliki outstanding SWDKLLJ yang perlu ditindaklanjuti.
Melalui kegiatan SIGAP Instansi/Prioritas, Jasa Raharja berupaya memperbarui informasi status kendaraan sekaligus mendorong penyelesaian kewajiban SWDKLLJ sesuai ketentuan yang berlaku. Tindak lanjut ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban administrasi dan meningkatkan kepatuhan terhadap kewajiban kendaraan bermotor.
Irini Anggereini menyampaikan bahwa konfirmasi langsung kepada instansi menjadi langkah penting untuk memastikan kesesuaian data kendaraan. “Kami melakukan pengecekan dan konfirmasi agar informasi mengenai status kendaraan dapat diperbarui sesuai kondisi sebenarnya, sehingga tindak lanjut administrasinya bisa dilakukan dengan tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kendaraan yang telah dijual tetap perlu ditelusuri status administrasinya agar data yang tercatat dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur. “Melalui koordinasi dengan pihak instansi, kami berharap informasi yang diperoleh dapat membantu memperjelas status kendaraan dan langkah penyelesaian kewajiban yang masih tercatat,” tambahnya.
Jasa Raharja akan terus melakukan koordinasi dan tindak lanjut terhadap data kendaraan yang memerlukan pembaruan maupun penyelesaian administrasi. “Kami mengharapkan kerja sama dari setiap instansi untuk menyampaikan informasi kendaraan secara akurat dan menindaklanjuti kewajiban yang masih tercatat, sehingga administrasi kendaraan dapat terjaga dengan baik,” tutup Irini.
