Rupiah Naik 14 Poin, tetapi Masih Dibayangi Kenaikan Harga Minyak Dunia
1 min read

Rupiah Naik 14 Poin, tetapi Masih Dibayangi Kenaikan Harga Minyak Dunia

Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (30/10/2026). Mata uang Garuda berada di level Rp18.123 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang Asia yang berada di zona hijau terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,03 persen, peso Filipina naik 0,29 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,33 persen.

Pergerakan positif juga terlihat pada dolar Singapura yang menguat 0,12 persen, yen Jepang naik 0,15 persen, won Korea Selatan menguat 0,32 persen, serta dolar Hong Kong terapresiasi 0,01 persen.

Sejumlah mata uang negara maju turut menguat, di antaranya euro sebesar 0,15 persen, pound sterling 0,13 persen, dolar Australia 0,07 persen, dolar Kanada 0,17 persen, dan franc Swiss 0,35 persen terhadap dolar AS.

Meski dibuka menguat, pergerakan rupiah masih dibayangi sejumlah sentimen eksternal. Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai kenaikan harga minyak dunia berpotensi memberikan tekanan terhadap mata uang Garuda. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bahkan kembali mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Selain kenaikan harga minyak, sentimen risk-off dan aksi jual bersih investor asing di pasar domestik juga dinilai dapat membebani rupiah.

Namun, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih terbatas seiring melemahnya indeks dolar AS setelah data inflasi Amerika Serikat tercatat sedikit di bawah ekspektasi pasar.