Banjir Rob Muaragembong Rendam 5 Desa: 14 Ribu Warga Terdampak, Aktivitas Lumpuh
1 min read

Banjir Rob Muaragembong Rendam 5 Desa: 14 Ribu Warga Terdampak, Aktivitas Lumpuh

Banjir rob akibat pasang air Laut Jawa kembali melanda wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Genangan dengan ketinggian 30 centimeter hingga 1 meter merendam permukiman warga di lima desa, menyebabkan aktivitas masyarakat pesisir nyaris terhenti.

Ribuan rumah, jalan utama, hingga fasilitas publik tidak luput dari banjir yang sudah berlangsung beberapa hari ini. Warga Desa Pantai Bahagia, Ahmad Fadilah (28), menyebutkan bahwa sebagian wilayah desanya terendam paling parah hingga setinggi satu meter. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi terhambat karena sepeda motor tidak dapat melintas dan distribusi barang terganggu.

Selain mengganggu perekonomian, banjir rob juga berdampak pada kesehatan warga. Banyak di antara mereka yang mengalami gatal-gatal dan kutu air akibat terlalu lama beraktivitas dalam genangan. Bahkan fasilitas publik seperti masjid terpaksa berhenti beroperasi. Empat masjid di Desa Pantai Bahagia tidak dapat menggelar Shalat Jumat karena masih terendam air.

Camat Muaragembong, Sukarmawan, menyebutkan bahwa sekitar 14.000 jiwa kini terdampak banjir rob. Selain merendam permukiman, genangan air juga menutupi ribuan hektare tambak milik warga. Meski berbagai pihak seperti pemerintah daerah, PMI, BPBD, dan relawan sudah turun ke lapangan, bantuan belum sepenuhnya menjangkau semua warga.

Pemerintah kecamatan berharap pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan giant seawall untuk menahan pasang air laut serta meminimalkan dampak banjir rob yang terus berulang. Warga kini masih menunggu langkah lanjutan dari pemerintah untuk penanganan jangka panjang maupun darurat.

Dikutip dari antaranews.com