Harga Perak Diprediksi Bersinar di 2026, Meski Awal Tahun Potensi Koreksi
Setelah mencatat kenaikan lebih dari 120 persen sepanjang 2025, harga perak diprediksi akan tetap bersinar pada 2026. Banyak analis dan institusi perbankan investasi percaya logam abu-abu ini memiliki ruang untuk naik lebih tinggi, bahkan berpotensi melampaui emas.
Kenaikan perak pada 2025 didorong oleh permintaan industri dan investasi, serta kekhawatiran terkait gangguan pasokan global. Namun, analis Heraeus memperingatkan kemungkinan koreksi awal tahun 2026 karena reli harga sebelumnya terlalu cepat. Mereka memprediksi periode konsolidasi sebelum harga kembali naik, terutama jika tren emas tetap positif.
Permintaan perak dari sektor industri, khususnya fotovoltaik, diperkirakan melambat akibat kebijakan baru di China. Selain itu, tingginya harga perak memicu penghematan di sektor panel surya, sementara permintaan perhiasan di India menurun 14 persen. Hal ini menegaskan bahwa pertumbuhan harga perak lebih bergantung pada investasi daripada konsumsi fisik di pasar tradisional.
TD Securities juga memperingatkan potensi fenomena #silverflood, di mana stok perak di gudang LBMA pulih signifikan hingga 212 juta ons, setara hampir dua tahun defisit global. Proyeksi awal tahun 2026 menunjukkan harga perak rata-rata USD 42 per ons pada kuartal pertama, sulit mencapai level tertinggi sebelumnya.
Di sisi lain, optimisme jangka panjang tetap ada. Sprott Asset Management menyoroti defisit pasokan fisik dan kesulitan membangun tambang baru, sementara BMO Capital Markets memperkirakan harga perak rata-rata USD 56,3 per ons sepanjang 2026, dengan potensi menyentuh USD 60 pada kuartal keempat.
Secara keseluruhan, meski fluktuasi jangka pendek tidak terhindarkan, fundamental pasokan yang ketat dan permintaan investasi tetap menjadi pendorong utama harga perak di 2026.
Dikutip dari liputan6.com
