Peran Strategis Perempuan dalam Pengawasan Pemilu: Mendorong Demokrasi yang Inklusif
1 min read

Peran Strategis Perempuan dalam Pengawasan Pemilu: Mendorong Demokrasi yang Inklusif

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terus mendorong perempuan dalam pengawasan Pemilu agar berperan strategis sebagai agen perubahan. Kehadiran perempuan penting untuk menjaga integritas, memastikan tahapan pemilu berjalan adil, dan memperkuat demokrasi inklusif.

Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan politik (KtPP) masih menjadi tantangan besar. Banyak korban enggan melapor karena takut pembalasan atau merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, PPPA menyediakan layanan pelaporan dan rujukan yang mudah diakses untuk perempuan dalam pemilu, baik sebagai pemilih, calon legislatif, maupun pengawas.

Selain itu, keterlibatan perempuan dalam pengawasan pemilu menghadirkan perspektif sensitif gender, sehingga proses demokrasi menjadi lebih adil dan inklusif. Bawaslu dan Komnas Perempuan juga aktif menciptakan lingkungan kerja yang ramah gender agar perempuan bebas menyampaikan pendapatnya tanpa diskriminasi.

Dengan dorongan ini, perempuan dalam pengawasan Pemilu tidak hanya menjaga keadilan, tetapi juga memperkuat kualitas dan integritas demokrasi di Indonesia.

Dikutip dari RRI.co.id