Efek Samping Wortel Jika Dikonsumsi Berlebihan dan Cara Konsumsi yang Aman
Wortel merupakan sayuran populer yang mudah ditemukan di pasar dan warung dekat rumah. Rasanya manis alami, bisa diolah menjadi camilan sehat, jus, atau pelengkap hidangan, serta kaya beta-karoten, serat, vitamin, dan mineral. Segelas jus wortel 8 ons bisa memenuhi lebih dari dua kali kebutuhan beta-karoten harian.
Meski bermanfaat, konsumsi wortel berlebihan tetap memiliki risiko. Salah satunya carotenemia, kondisi kulit menguning akibat tingginya kadar beta-karoten. Carotenemia biasanya terlihat di telapak tangan, kaki, dan telinga, tidak berbahaya, dan akan memudar setelah asupan wortel dikurangi.
Selain itu, serat tinggi dalam wortel dapat memengaruhi sistem pencernaan. Konsumsi serat yang tiba-tiba banyak dapat menimbulkan perut kembung, nyeri, atau diare, sedangkan kekurangan cairan bisa menyebabkan sembelit. Untuk mengurangi risiko, tingkatkan konsumsi serat secara bertahap dan penuhi asupan air.
Pola makan yang seimbang tetap penting. Mengandalkan wortel saja tidak mencukupi kebutuhan nutrisi lain seperti kalsium, zat besi, dan lemak sehat—padahal lemak diperlukan untuk menyerap beta-karoten dan vitamin A secara optimal. CDC merekomendasikan 2–3 cangkir sayuran per hari untuk perempuan, dan 2,4–4 cangkir untuk laki-laki, dengan variasi dari berbagai jenis sayuran.
Kesimpulannya, wortel tetap menyehatkan jika dikonsumsi wajar dan dikombinasikan dengan makanan lain. Variasi tetap menjadi kunci pola makan sehat.
Dikutip dari liputan6.com
