Prabowo Terbuka Dikritik Soal Isu Militerisme: Koreksi Itu Menyelamatkan
1 min read

Prabowo Terbuka Dikritik Soal Isu Militerisme: Koreksi Itu Menyelamatkan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak ragu untuk mengoreksi dan mengevaluasi kebijakan pemerintah, terutama ketika muncul kritik yang menilai dirinya ingin menghidupkan kembali militerisme di Indonesia. Menurut Prabowo, kritik dan koreksi justru berperan penting dalam menjaga arah kepemimpinan agar tidak melenceng.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Jakarta, Senin (5/1) malam. Ia menyebut kritik sebagai bentuk pengamanan, karena membantu pemimpin melihat batas-batas kewenangan agar tidak bersikap terlalu otoriter.

Prabowo mengaku bersyukur atas berbagai kritik yang diterimanya. Ia menilai pihak-pihak yang mengoreksi dirinya sejatinya sedang membantu dan menjaga dirinya sebagai pemimpin negara. Untuk menggambarkan hal itu, Presiden memberi contoh pengalaman pribadi saat dikoreksi oleh anak buahnya, baik terkait kerapian seragam hingga kelengkapan atribut saat masih berdinas di lingkungan militer.

Namun demikian, Prabowo menegaskan adanya perbedaan tegas antara kritik dan fitnah. Ia menyatakan kritik dan koreksi sangat diperlukan, tetapi fitnah dan kebohongan tidak dapat dibenarkan karena berpotensi menimbulkan kebencian, kecurigaan, dan perpecahan di tengah masyarakat.

Menurut Presiden, seluruh ajaran agama menolak kebohongan dan fitnah karena dampaknya yang merusak persatuan bangsa. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyampaikan kritik secara jujur dan bertanggung jawab demi menjaga demokrasi dan keutuhan Indonesia.

Sumber antaranews.com