Kebijakan B40 Hemat Devisa Rp130 Triliun dan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Jakarta – Implementasi kebijakan B40 berhasil menurunkan impor solar sebesar 3,3 juta kilo liter (kL) dari 8,3 juta kL pada 2024 menjadi 5 juta kL di 2025, sekaligus menekan emisi hingga 38,88 juta ton CO2 ekuivalen.
Pemanfaatan biodiesel domestik sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat 14,2 juta kL, melampaui target tahunan 13,5 juta kL. Kebijakan ini juga menghemat devisa Rp130,21 triliun dan meningkatkan nilai tambah Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel sebesar Rp20,43 triliun.
Pemerintah menargetkan bebas impor solar pada 2026, didukung uji coba B50 yang dijadwalkan selesai semester I 2026, serta operasionalisasi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan yang meningkatkan kapasitas produksi solar domestik.
Meski begitu, impor Solar CN51 tetap dibuka terbatas untuk kebutuhan industri alat berat karena kapasitas produksi lokal masih berkembang. Keberhasilan B40 dan B50 menjadi fondasi penguatan energi domestik sekaligus pengurangan emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Dikutip dari antaranews.com
