Benarkah Diet Telur Rebus Efektif? Penjelasan Ahli Gizi
1 min read

Benarkah Diet Telur Rebus Efektif? Penjelasan Ahli Gizi

Jakarta – Diet telur rebus kerap dianggap sebagai cara cepat menurunkan berat badan karena telur tinggi protein dan membuat kenyang lebih lama. Pola ini biasanya mengonsumsi 2–3 butir telur rebus per hari, terkadang dipadukan dengan sayuran rendah karbohidrat atau protein tanpa lemak seperti ayam atau ikan.

Cara kerja diet:

  • Mirip diet rendah karbohidrat, mengutamakan protein dan mengurangi karbohidrat.
  • Rasa kenyang dari telur membantu mengontrol nafsu makan.

Kelebihan:

  • Tinggi protein (±6 g per telur) dan mengandung nutrisi penting seperti vitamin D dan kolin.
  • Rendah kalori, sehingga mendukung defisit kalori untuk menurunkan berat badan.

Risiko dan efek samping:

  • Rendah serat → berisiko sembelit.
  • Kekurangan nutrisi penting jika hanya mengandalkan telur.
  • Lemak jenuh dalam telur perlu diperhatikan bagi yang memiliki kolesterol tinggi.

Tips agar lebih aman:

  • Tetap variasikan makanan: tambahkan karbohidrat kompleks (gandum utuh, beras merah, oatmeal), sayur dan buah minimal 5 porsi/hari.
  • Sumber protein lain: ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe.
  • Lemak sehat: alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun.
  • Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter sebelum menjalani diet ekstrem.

Kesimpulan:
Diet telur rebus bisa bantu menurunkan berat badan cepat, tapi tidak direkomendasikan jangka panjang tanpa variasi makanan karena risiko kekurangan nutrisi dan masalah pencernaan.

Dikutip dari liputan6.com