Desa Tangguh Iklim: Strategi Kemendes Hadapi Perubahan Iklim
Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) berkomitmen meningkatkan literasi masyarakat desa agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim melalui program Desa Tangguh Iklim.
Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, menyatakan literasi tentang ketangguhan terhadap perubahan iklim di desa saat ini masih rendah, sehingga diperlukan pendekatan yang konstruktif agar desa paham, memiliki kesadaran, dan menjadi pelaku utama dalam menghadapi risiko iklim.
Pernyataan ini disampaikan saat membuka Workshop Global Knowledge Exchange on Community-Driven Approaches for Resilience, yang diselenggarakan Kemendes bekerja sama dengan Bank Dunia. Lokakarya ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan desa terhadap dampak iklim.
Menurut Yandri, desa menjadi yang paling terdampak perubahan iklim. Contohnya, bencana akhir 2025 memengaruhi ribuan desa di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, bahkan beberapa desa hilang total. Oleh karena itu, penguatan literasi desa menjadi krusial agar masyarakat dapat merespons perubahan iklim secara efektif.
Mendes menekankan, keberhasilan Desa Tangguh Iklim membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Program ini diharapkan mendorong desa menjadi garda terdepan dalam menghadapi perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa ketahanan iklim adalah tanggung jawab bersama.
Dikutip dari antaranews.com
