Puasa Intermiten Ekstrem Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Penjelasannya
1 min read

Puasa Intermiten Ekstrem Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Penjelasannya

Makan satu kali sehari atau One Meal A Day (OMAD), salah satu bentuk puasa intermiten ekstrem, bisa berdampak negatif pada kesehatan, terutama kantung empedu. Ahli gizi Dasha menjelaskan, kantung empedu berfungsi melepaskan empedu untuk mencerna lemak. Jika seseorang hanya makan sekali sehari, empedu akan menumpuk dan membentuk endapan, meningkatkan risiko batu empedu.

Dasha menyarankan alternatif yang lebih aman dan mudah diterapkan, yaitu puasa semalaman selama 12 jam, misalnya makan malam sebelum pukul 19.00 dan sarapan pukul 07.00. Pola ini membantu menjaga metabolisme, energi, serta kadar gula darah.

Selain itu, dianjurkan memberi jarak sekitar 3-4 jam antara makan untuk mencegah makan berlebihan dan berhenti makan minimal 3 jam sebelum tidur agar pencernaan optimal dan kualitas tidur lebih baik.

Penerapan pola makan seimbang dan teratur tetap menjadi kunci kesehatan, dibandingkan menjalankan diet ekstrem yang berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang.

Dikutip dari antaranews.com