Longsor Lereng Gunung Slamet Dipicu Curah Hujan, Bukan Tambang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan longsor yang terjadi di lereng Gunung Slamet, khususnya di Kabupaten Pemalang dan Purbalingga, bukan akibat aktivitas penambangan. Kepala Dinas ESDM Jateng Agus Sugiharto menyatakan, longsoran terjadi karena curah hujan ekstrem selama beberapa hari, yang membuat tanah jenuh air dan lereng terjal kehilangan kestabilan.
Pemprov Jateng rutin merilis peta potensi gerakan tanah dan tabulasi curah hujan sebagai peringatan dini untuk seluruh bupati/wali kota. Masyarakat di wilayah rawan longsor juga disosialisasikan agar waspada dan segera mengamankan diri saat hujan lebat berlangsung.
Agus menekankan lokasi penambangan berada di kaki gunung, jauh dari titik longsor, sehingga tidak menjadi penyebab bencana. Faktor utama pemicu longsor meliputi intensitas hujan tinggi, jenis batuan yang mudah lapuk, dan kemiringan lereng yang curam. Pemprov Jateng akan terus melakukan upaya mitigasi dan pencegahan untuk meminimalkan risiko bencana.
Dikutip dari antaranews.com
