Ketua DPR Puan Maharani Soroti Kemiskinan dan Pendidikan Setelah Bocah SD di NTT Tewas
Jakarta – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menilai tragedi seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga bunuh diri akibat himpitan ekonomi, harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pendidikan dan penanganan kemiskinan di Indonesia. Puan menekankan bahwa layanan sekolah gratis saja tidak cukup; pemerintah perlu memastikan kebutuhan pendidikan anak dari keluarga kurang mampu, termasuk buku, alat tulis, dan perhatian terhadap kesehatan mental.
Politikus PDIP itu menegaskan sekolah harus memetakan latar belakang siswanya agar setiap kebutuhan personal dan ekonomi dapat dipenuhi, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman. Puan juga meminta pemerintah menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan memperkuat program bantuan sosial untuk mengatasi akar kemiskinan.
Kasus tragis ini, lanjutnya, diperparah oleh kendala administrasi kependudukan. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ngada, Gerardus Reo, menyatakan keluarga korban tidak pernah menerima bansos karena ibu korban masih tercatat di KTP Kabupaten Nagekeo meski telah tinggal 11 tahun di Desa Naruwolo. Puan menekankan peristiwa ini harus menjadi titik balik untuk memastikan sistem pendidikan ramah anak dan program sosial tepat sasaran, agar tragedi serupa tidak terulang.
Dikutip dari liputan6.com
