Kerja Sama RI-AS 2026: Investasi & Perdagangan Capai Rp649,42 Triliun
Indonesia dan Amerika Serikat (Amerika Serikat) resmi menyepakati komitmen kerja sama perdagangan dan investasi lintas sektor senilai 38,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp649,42 triliun. Kesepakatan ini diumumkan pada US-Indonesia Business Summit 2026, yang diselenggarakan oleh U.S. Chamber of Commerce (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan U.S.-Indonesia Society (USINDO).
Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya transparansi, tata kelola yang baik, dan integritas ekonomi untuk menarik kepercayaan investor jangka panjang.
Secara rinci, sektor agro mencatat komitmen pembelian senilai 4,5 miliar dolar AS (Rp76,10 triliun), meliputi kedelai (1,37 miliar dolar AS), gandum (1,25 miliar dolar AS), jagung (855 juta dolar AS), kapas (244 juta dolar AS), serta produk agro lain senilai 800 juta dolar AS.
Sementara sektor manufaktur menorehkan nilai investasi 33,91 miliar dolar AS (Rp573,48 triliun), termasuk kemitraan Kadin-USABC senilai 2 miliar dolar AS, suplai bahan baku industri 200 juta dolar AS, serta proyek semikonduktor besar masing-masing 4,89 miliar dan 26,7 miliar dolar AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan kerja sama ini akan mendorong inovasi digital, kecerdasan buatan, pengembangan semikonduktor, mineral kritis, ketahanan rantai pasok, serta transisi energi dan industri pengolahan.
Kesepakatan ini sekaligus menegaskan komitmen kedua negara melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART), membuka akses pasar, mengurangi hambatan perdagangan, dan menciptakan kepastian usaha bagi investor di Indonesia maupun AS.
Dikutip dari antaranews.com
