Harga Minyak Bervariasi, Stok AS Naik Jadi Pemicu
Harga minyak dunia bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026 (Kamis WIB). Harga minyak Brent naik 8 sen menjadi USD 70,85 per barel, sedangkan WTI turun 21 sen ke USD 65,42.
Lonjakan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama pergerakan ini. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan naik 16 juta barel, jauh melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 1,5 juta barel. Penyesuaian stok minyak mentah tambahan mencapai 2,7 juta barel per hari, rekor tertinggi mingguan.
Meski laporan stok bersifat bearish, dampaknya terhadap harga terbatas karena pasar minyak saat ini juga dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. AS menempatkan pasukan di kawasan untuk menekan Iran agar menghentikan program nuklir dan rudal balistiknya, yang meningkatkan risiko gangguan pasokan dari Iran—produsen minyak ketiga terbesar OPEC.
Selain itu, OPEC+ mempertimbangkan kenaikan produksi 137.000 barel per hari mulai April untuk menghadapi puncak permintaan musim panas dan mengantisipasi ketegangan AS-Iran. Arab Saudi juga menyiapkan rencana peningkatan produksi Harga Minyak Bervariasi, Stok AS Naik Jadi Pemicujangka pendek jika konflik mengganggu aliran minyak.
Ketidakpastian tarif AS juga menambah volatilitas pasar, dengan tarif sementara 10% mulai berlaku dan kemungkinan kenaikan menjadi 15% pada beberapa impor. Investor tetap berhati-hati, memantau baik faktor geopolitik maupun stok minyak AS dalam menentukan arah pasar minyak global.
Dikutip dari liputan6.com
