Lelang Sukuk 7 April 2026: Pemerintah Kantongi Rp15 Triliun dari Delapan Seri SBSN
Jakarta – Pemerintah Indonesia menyerap dana senilai Rp15 triliun dari lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk pada Selasa, 7 April 2026. Total penawaran masuk mencapai Rp30,57 triliun, menurut keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.
Serapan terbesar diperoleh dari seri PBS038 (pembukaan kembali) senilai Rp3,65 triliun dari penawaran masuk Rp4,84 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,79740 persen dan jatuh tempo 15 Desember 2049.
Berikut rincian serapan dana sukuk lainnya:
- SPNS03022027 (penerbitan baru): Rp3,55 triliun, yield 5,30000%, jatuh tempo 3 Februari 2027
- PBS005 (pembukaan kembali): Rp2,75 triliun, yield 6,70712%, jatuh tempo 15 April 2043
- PBS030 (pembukaan kembali): Rp2,35 triliun, yield 6,15925%, jatuh tempo 15 Juli 2028
- PBS040 (pembukaan kembali): Rp1,2 triliun, yield 6,19598%, jatuh tempo 15 November 2030
- Tiga seri lainnya (SPNS04052026, SPNS12102026, PBS034): masing-masing Rp500 miliar
Seri SPNS04052026 menerima penawaran masuk Rp5,31 triliun dengan yield 4,85000% dan jatuh tempo 4 Mei 2026. Seri SPNS12102026 menerima penawaran masuk Rp3,07 triliun, yield 5,22500%, jatuh tempo 12 Oktober 2026. Seri PBS034 menerima penawaran Rp1,8 triliun, yield 6,53386%, jatuh tempo 15 Juni 2039.
Dengan hasil ini, pemerintah terus memperkuat pasar keuangan syariah sekaligus memenuhi kebutuhan pembiayaan negara secara strategis.
Dikutip dari antaranews.com
