19.408 Jiwa Terdampak Banjir di Dayeuhkolot, Pengungsi Terpusat di Empat Lokasi
Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hingga Senin (13/4/2026), akibat luapan Sungai Citarum dan anak sungainya yang dipicu curah hujan tinggi sejak Sabtu malam. Ketinggian air dilaporkan mulai berangsur surut, namun genangan masih terjadi di beberapa titik.
Total warga terdampak mencapai 6.877 kepala keluarga atau 19.408 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan kondisi terparah di Kelurahan Pasawahan, Desa Dayeuhkolot, dan Desa Citeureup.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi di empat lokasi, di antaranya shelter di belakang Kantor Desa Dayeuhkolot serta dua masjid di Citeureup, yakni Masjid An-Nur dan Masjid Al Ikhlas.
Kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, layanan kesehatan, dan perlengkapan darurat telah disiapkan untuk para pengungsi. Pemerintah daerah juga melakukan langkah penanganan jangka panjang melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), termasuk pengerukan sungai guna meningkatkan kapasitas aliran air.
Selain itu, upaya mitigasi dilakukan dengan peninggian jembatan di titik rawan banjir serta penerapan pendekatan kolaboratif lintas sektor. BPBD Kabupaten Bandung mencatat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir turut berdampak pada sembilan kecamatan, tidak hanya banjir tetapi juga angin kencang yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, terutama bagian atap rumah akibat tertimpa pohon tumbang.
Sumber antaranews.com
