BNPB Catat Pemulihan Pascabencana di Sumatra Barat, Warga Mulai Kembali ke Rumah
Kepala BNPB, Suharyanto, menyampaikan bahwa penanganan pascabencana Sumatra Barat 2025 menunjukkan perkembangan signifikan pada hari ketiga pascabencana. Tidak adanya hujan saat ini dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang masih berjalan membantu percepatan pemulihan.
Data BNPB mencatat 129 korban meninggal, 118 orang masih hilang, dan 16 lainnya luka-luka. Kabupaten Agam menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 87 korban meninggal dan 76 hilang. Secara keseluruhan, delapan kabupaten/kota terdampak, antara lain Agam, Solok, Pesisir Selatan, Padang, Padang Panjang, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Bukittinggi, dengan jumlah pengungsi mencapai 77.918 jiwa.
Sebagian warga mulai kembali ke rumah pada siang hari untuk membersihkan sisa material, lalu kembali ke posko pengungsian pada malam hari. Kerusakan infrastruktur masih menjadi fokus, termasuk jembatan putus, jalan amblas, dan jalur transportasi nasional serta provinsi. Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, tenda, selimut, serta alat berat seperti excavator.
Suharyanto menegaskan bahwa seluruh personel BNPB telah berada di lapangan sejak empat hari lalu, mendampingi Forkopimda dan memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai rencana. Armada udara yang digunakan terbatas karena sebagian besar jalur darat masih dapat diakses.
BMKG memperingatkan bahwa meski Ex-Siklon Tropis Senyar sudah menjauhi wilayah Indonesia, musim hujan di Sumatra Barat masih puncak hingga Desember. Dinamika atmosfer seperti IOD, suhu muka laut, dan konvergensi angin masih memicu pertumbuhan awan hujan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di 16 kabupaten/kota terdampak, dan kembali ke rumah secara bertahap dari posko pengungsian.
Dikutip dari liputan6
