BPBD Catat 1.108 Warga Serang Bertahan di Pengungsian Akibat Banjir
1 min read

BPBD Catat 1.108 Warga Serang Bertahan di Pengungsian Akibat Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten, mencatat sebanyak 1.108 jiwa dari 286 kepala keluarga masih bertahan di pengungsian akibat banjir yang belum sepenuhnya surut hingga Kamis (29/1/2026) malam. Pengungsi berasal dari dua kecamatan yang terdampak paling parah, yakni Kecamatan Carenang dan Kecamatan Binuang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan meskipun sebagian wilayah sudah mulai kondusif, sejumlah titik masih tergenang atau kembali terdampak banjir sehingga warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Serang pukul 18.00 WIB, jumlah pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Carenang. Di Perumahan Grand Mekarsari tercatat 90 KK atau 400 jiwa mengungsi, sedangkan di Kampung Selawe, Desa Mekarsari, terdapat 58 KK atau 182 jiwa. Ketinggian air di Kampung Selawe masih cukup tinggi dengan Tinggi Muka Air berkisar 150 hingga 200 sentimeter.

Sementara itu, di Kecamatan Binuang, pengungsi berasal dari Desa Cakung dan Perumahan Green Harmony Warakas. Ketinggian air di wilayah tersebut bervariasi antara 5 hingga 90 sentimeter dan di beberapa titik dilaporkan mulai mengalami penurunan.

BPBD Kabupaten Serang terus menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, perlengkapan bayi, serta WC portabel. Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi sejak awal Januari 2026 telah berdampak pada 39.404 jiwa, dengan sebagian pengungsi di kecamatan lain telah kembali ke rumah seiring surutnya banjir.

Pemerintah Kabupaten Serang masih menetapkan status Tanggap Darurat dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang hingga akhir Januari.

Dikutip dari antaranews.com