BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Siklon Tropis di Selatan Indonesia
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi siklon tropis yang diprediksi terjadi di wilayah selatan Indonesia hingga Februari 2026. Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, menyampaikan langkah antisipatif mencakup penguatan sistem peringatan dini, koordinasi lintas lembaga, serta pelibatan aktif masyarakat dalam mitigasi bencana.
Pemerintah pusat dan daerah memperbarui informasi cuaca secara berkala, meningkatkan akurasi pemodelan, dan menyampaikan peringatan dini. BMKG terus memberikan informasi cuaca dan iklim, yang kemudian ditindaklanjuti oleh BNPB, Kemendagri, pemerintah provinsi, serta kabupaten/kota melalui surat edaran agar masyarakat dapat merespons dengan cepat dan tepat.
Di tingkat lokal, Pemkab Cilacap telah melaksanakan rapat koordinasi, apel kesiapsiagaan, simulasi evakuasi, serta penguatan infrastruktur vital seperti drainase, tanggul, bendungan, listrik, dan komunikasi. Selain itu, pembentukan desa tangguh bencana (destana) telah dilakukan di 55 lokasi, termasuk fokus mitigasi longsor di Desa Malabar, Kecamatan Wanareja.
Melalui edukasi dan sosialisasi, BPBD memastikan masyarakat dapat mengenali bahaya dan merespons secara mandiri, sambil tetap mengacu pada sumber resmi seperti BMKG, Badan Geologi, dan BRIN, sehingga kewaspadaan dapat tercipta tanpa menimbulkan kepanikan.
Sumber antaranews.com
