Brent Turun ke USD64,83/Barel, Pasar Minyak Terpengaruh Pemerintah AS
Houston, 13 November 2025 —
Harga minyak dunia mengalami penurunan tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), meskipun ekspektasi berakhirnya penutupan pemerintah AS yang terlama dalam sejarah membantu membatasi kerugian pasar.
Mengutip Yahoo Finance, harga minyak mentah Brent turun 0,5% menjadi USD64,83 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 0,6% menjadi USD60,69 per barel.
Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Republik dijadwalkan melakukan pemungutan suara terhadap rancangan undang-undang yang telah disetujui Senat, guna memulihkan pendanaan lembaga pemerintah hingga 30 Januari 2026.
Menurut analis IG Tony Sycamore, pembukaan kembali pemerintahan diperkirakan akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan aktivitas ekonomi, yang pada gilirannya memacu permintaan minyak mentah.
📈 Permintaan Migas Diproyeksikan Terus Tumbuh
Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan World Energy Outlook 2025 memprediksi permintaan minyak dan gas global dapat terus meningkat hingga 2050, berlawanan dengan ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan puncak permintaan terjadi dalam dekade ini.
John Evans, analis di PVM Oil Associates, menilai bahwa perubahan metodologi IEA lebih menekankan pada kebijakan energi yang ada, dibanding janji iklim, sehingga “tidak memiliki dampak signifikan pada kondisi pasar saat ini.”
💡 Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga
- Ekspektasi pembukaan kembali pemerintah AS meningkatkan sentimen pasar positif terhadap permintaan.
- Perubahan metodologi IEA menunjukkan permintaan jangka panjang masih tumbuh.
- Fluktuasi pasar minyak tetap rentan terhadap faktor geopolitik, ekonomi, dan pasokan global.
🔍 Ringkasan Utama:
- Harga Brent turun 0,5% ke USD64,83 per barel, WTI ke USD60,69 per barel.
- Penurunan harga terbatas karena ekspektasi berakhirnya penutupan pemerintah AS.
- IEA memperkirakan permintaan migas global akan terus meningkat hingga 2050.
- Faktor ekonomi dan politik global tetap memengaruhi volatilitas harga minyak. Dikutip dari metrotvnews.com
