Harga Minyak Dunia Turun, Kekhawatiran Kelebihan Pasokan dan Geopolitik Rusia-Ukraina
Harga minyak dunia turun pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta) setelah pasar menimbang harapan perdamaian Rusia-Ukraina yang goyah dan kekhawatiran kelebihan pasokan. Harga minyak Brent turun 72 sen atau 1,14% menjadi USD 62,45 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 68 sen atau 1,15%, ditutup pada USD 58,64 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya kedua acuan harga minyak mencatat kenaikan lebih dari 1% pada hari Senin. Investor kini memfokuskan perhatian pada perundingan damai antara Rusia dan Ukraina, yang melibatkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan utusan khusus Presiden AS, Donald Trump. Namun, komentar Putin yang menegaskan kesiapan Rusia menghadapi konflik baru menimbulkan ketidakpastian di pasar energi.
Selain geopolitik, pasar juga mencatat risiko kelebihan pasokan minyak global. OPEC+ memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi minyak untuk kuartal pertama 2026, sementara serangan pesawat tak berawak terhadap infrastruktur Rusia dan ketegangan AS-Venezuela menambah dinamika pasar.
Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, menyatakan bahwa kombinasi ketidakpastian geopolitik dan prospek kelebihan pasokan menyebabkan penurunan harga minyak meskipun permintaan tetap kuat di beberapa wilayah.
Investor disarankan memantau harga minyak dunia secara rutin karena pergerakannya dipengaruhi kombinasi faktor geopolitik, keputusan OPEC+, dan pasokan global yang terus berubah.
Dikutip dari liputan6.com
