Harga Minyak Naik 1% Usai Gagalnya Kesepakatan Damai Rusia-AS, Ketegangan Geopolitik Picu Lonjakan
1 min read

Harga Minyak Naik 1% Usai Gagalnya Kesepakatan Damai Rusia-AS, Ketegangan Geopolitik Picu Lonjakan

Harga minyak dunia kembali menguat lebih dari 1% pada Rabu, 3 Desember 2025, setelah Rusia mengonfirmasi bahwa perundingan dengan pejabat Amerika Serikat gagal mencapai kompromi terkait potensi kesepakatan damai Ukraina. Kegagalan diplomasi ini memicu kekhawatiran pasar bahwa sanksi terhadap sektor minyak Rusia tak akan dicabut dalam waktu dekat.

Pada penutupan perdagangan, minyak Brent naik 1,3% ke USD 63,23, sementara WTI melonjak 1,5% ke USD 59,49. Lonjakan tersebut terjadi setelah kedua acuan harga turun lebih dari 1% pada sesi sebelumnya.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah pertemuan lima jam antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan utusan utama Presiden AS Donald Trump tidak membuahkan hasil. Serangan Ukraina terhadap fasilitas ekspor minyak di Laut Hitam juga menambah risiko terhadap stabilitas pasokan global.

Namun, kenaikan harga minyak dunia tertahan oleh laporan American Petroleum Institute (API) yang mencatat peningkatan persediaan minyak AS sebesar 2,48 juta barel pada pekan yang berakhir 28 November. Kenaikan stok bensin dan distilat turut menekan potensi kenaikan lebih lanjut.

Di tengah risiko geopolitik dan ketidakseimbangan pasokan, pasar kini menantikan rilis data resmi dari EIA untuk melihat arah pergerakan harga minyak selanjutnya.

Dikutip dari liputan6.com