IHSG Diprediksi Menguat, BNI dan Mirae Asset Sebut Level Resistance 8.450-8.500
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Rabu, 12 November 2025, seiring pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS). Meski IHSG pada Selasa (11/11/2025) melemah 0,29% dengan aksi jual investor asing sebesar Rp 639 miliar, analis memandang tren naik masih valid selama IHSG mampu bertahan di atas level kritis 8.266.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mencatat IHSG akan bergerak di level support 8.320–8.350 dan resistance 8.380–8.450. Sementara Tasrul Tanar dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai momentum mulai menipis, tetapi peluang penguatan menuju area 8.450–8.500 masih terbuka.
Dari sisi saham, rekomendasi trading hari ini mencakup ADRO, BKSL, BUVA, TOBA, RATU, dan TINS. Misalnya, ADRO disarankan buy on weakness di area 1.920–1.950 dengan target 1.980–2.000, sementara BKSL spec buy di 123–126 dengan target 130–131.
Secara sektoral, IHSG mencatat koreksi pada saham keuangan, consumer nonsiklikal, teknologi, dan basic, namun sektor energi, infrastruktur, dan properti mencatat penguatan signifikan. Sentimen positif juga datang dari data domestik seperti pertumbuhan penjualan ritel 3,7% YoY dan penurunan laju penjualan mobil, meski volume penjualan tetap tinggi.
Dengan pergerakan bursa global dan data domestik yang variatif, IHSG diperkirakan bergerak dinamis antara support dan resistance, memberikan peluang bagi investor dengan strategi trading terukur.sumber liputan6.com
