Tarif MBZ Cikampek Dinilai Tak Adil, DPR Dorong Evaluasi
1 min read

Tarif MBZ Cikampek Dinilai Tak Adil, DPR Dorong Evaluasi

Jakarta, 8 November 2025 — Wakil Ketua Komisi V DPR RI Robert Rouw menilai kenaikan tarif tol pasca penambahan ruas MBZ Cikampek (MBCKM) belum mencerminkan keadilan bagi seluruh pengguna jalan.

Menurut Robert, kendaraan golongan I mengalami kenaikan hampir Rp5.000, sementara golongan III dan IV naik sekitar Rp7.000 ke atas.

“Ini tidak adil, karena yang paling banyak menikmati jalan MBCKM justru mobil kecil, sedangkan kendaraan logistik yang berperan besar bagi perekonomian malah menanggung beban tarif lebih tinggi,” ujar Robert di Jakarta, Jumat (7/11/2025).


Dampak Tarif Tol Terhadap Biaya Logistik

Politikus Partai Golkar itu menekankan bahwa ketimpangan tarif tol bisa berdampak langsung pada biaya logistik nasional, yang pada akhirnya memengaruhi harga kebutuhan masyarakat.

“Kalau tarif angkutan naik, otomatis harga barang ikut terdampak. Oleh karena itu, harus ada keadilan dalam penetapan tarif tol,” jelasnya.

Komisi V DPR RI pun meminta peninjauan ulang tarif MBCKM agar lebih berimbang antara kendaraan kecil dan logistik.


Fasilitas Rest Area Masih Terbatas

Selain tarif, Robert juga menyoroti fasilitas pendukung di tol layang sepanjang 37 kilometer tersebut. Ia menilai fasilitas seperti rest area, pengisian bahan bakar, dan toilet masih terbatas.

“Sebelum naik tol, seharusnya tersedia area persiapan bagi pengguna jalan. Saat ini fasilitas tersebut belum memadai,” ungkapnya.


Efektivitas Tol MBZ Cikampek

Meski menyoroti tarif dan fasilitas, Robert mengakui keberadaan Tol MBZ Cikampek cukup efektif untuk mengurai kemacetan di jalur utama Cikampek.

“Tol ini memang membantu mengurangi kemacetan, tapi pengelola tetap harus memperhatikan keadilan tarif, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.Dikutip dari antaranews.com