Kerja Sama Danantara-PLN Dorong Investasi USD 36 Miliar untuk Energi Hijau
Danantara melalui Danantara Investment Management (DIM) menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PLN untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam menjajaki investasi pada proyek pembangkit listrik hijau melalui anak usaha PLN, yaitu PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dan PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPR).
Dalam proyeksi RUPTL 2025–2034, penambahan kapasitas EBT sebesar 20 GW membutuhkan investasi mencapai USD 36 miliar. CEO Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan kolaborasi ini penting untuk mendukung swasembada energi, transformasi hijau, dan respons terhadap perubahan iklim.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa transisi energi membutuhkan kolaborasi dan pembiayaan berkelanjutan, serta memastikan proyek EBT dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan sistem kelistrikan nasional.
HoA ini menandai tahap awal penjajakan kerja sama, dengan detail investasi dan struktur proyek akan diumumkan setelah proses due diligence selesai. Danantara akan berperan aktif dalam pembiayaan, pengelolaan risiko, serta penciptaan lapangan kerja hijau, memastikan pengembangan EBT berjalan terstruktur, tepat waktu, dan terintegrasi dengan kebutuhan sistem energi nasional.
Dikutip dari liputan6.com
