Modus Penipuan Online Kian Marak, Kemenkomdigi Dorong Literasi Digital Masyarakat
1 min read

Modus Penipuan Online Kian Marak, Kemenkomdigi Dorong Literasi Digital Masyarakat

Maraknya modus penipuan online mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) Republik Indonesia untuk terus menggaungkan pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. Edukasi digital dinilai menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan siber.

Plt. Direktur Ekosistem Media Kemenkomdigi, Farida Dewi Maharani, menyatakan bahwa literasi digital tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk peran aktif universitas dan institusi pendidikan.

“Teknologi yang canggih tidak akan berdampak positif jika masyarakat tidak memiliki pemahaman yang cukup. Banyak kasus penipuan online terjadi karena kelengahan pengguna,” ujar Farida dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa penipuan digital kini semakin kompleks dan menyasar berbagai platform populer seperti media sosial, aplikasi pesan instan, hingga marketplace. Modus yang digunakan pelaku sering kali meniru tampilan resmi sehingga sulit dikenali oleh masyarakat awam.

Farida menekankan pentingnya memastikan legalitas platform digital yang digunakan. Masyarakat diminta untuk hanya mengakses layanan dari Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang terdaftar serta tidak sembarangan membagikan data pribadi.

“Faktor manusia masih menjadi titik krusial dalam pencegahan scam. Kesadaran dan literasi digital harus terus ditingkatkan,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Kemenkomdigi telah menggelar Forum ‘Deteksi Cepat Scam’ di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Banyumas, Jawa Tengah. Forum ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penipuan digital.

Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, mengibaratkan dinamika dunia digital seperti virus dan antivirus. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan pemahaman risiko agar tidak menimbulkan ancaman baru.

“Teknologi mempercepat kehidupan, namun juga memiliki sisi gelap jika tidak dipahami dengan baik,” jelas Sodiq.

Dengan literasi digital yang kuat, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan terhindar dari berbagai modus penipuan online.

Dikutip dari RRI.co.id