Pemprov Jatim Kembangkan Ekosistem Mangrove untuk Ekonomi Hijau dan UMKM Pesisir
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan hilirisasi mangrove dan penerapan ekonomi rendah karbon di Kabupaten Pacitan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan bahwa pengelolaan mangrove tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi harus berlanjut hingga pemanfaatan bernilai tambah yang langsung dirasakan masyarakat.
Pengelolaan mangrove dari hulu hingga hilir bertujuan memperkuat daya dukung lingkungan, mencegah abrasi pesisir, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar. Salah satu contoh hilirisasi adalah pemanfaatan mangrove sebagai bahan pewarna alami batik yang kini telah masuk katalog merek internasional, serta pengembangan produk olahan oleh industri kecil menengah (IKM).
Pemprov Jatim juga mendorong pembangunan rendah emisi melalui energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen transisi menuju ekonomi hijau. Dukungan lintas sektor, termasuk dari Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) yang menyediakan bibit mangrove hingga 20 tahun ke depan, menjamin keberlanjutan rehabilitasi ekosistem pesisir.
Menurut Kementerian Kehutanan RI, Jawa Timur memiliki luas mangrove terbesar di Pulau Jawa dan terus meningkat. Di Pacitan sendiri, tutupan hutan mencapai hampir 70 persen, menjadi modal penting pembangunan berkelanjutan. Integrasi program lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan bantuan produktif untuk usaha ultra mikro menjadi bagian strategi menjaga masa depan pacitan
Dikutip dari antaranews.com
