Penurunan Minyak Brent dan WTI 2025 Tunjukkan Pergeseran Pasar Energi Global
Harga minyak dunia menutup 2025 dengan penurunan signifikan, menandai pergeseran struktural di pasar energi global. Brent turun ke USD 60,85 per barel dari USD 74 tahun sebelumnya, sedangkan WTI berada di USD 57,41–57,44, menurun sekitar 20% dan menjadi penurunan tahunan ketiga berturut-turut sejak pandemi 2020.
Tekanan harga disebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Permintaan global diproyeksikan naik sekitar 830–860 ribu barel per hari, sementara pasokan bertambah jauh lebih cepat, mencapai 3 juta barel per hari pada 2025 dan 2,4 juta barel per hari pada 2026, terutama dari negara non-OPEC seperti AS, Brasil, Kanada, dan Guyana. Kelebihan pasokan global diperkirakan mencapai 3,7–3,84 juta barel per hari, memicu kekhawatiran potensi “super glut” pada 2026.
Penurunan harga juga diperparah oleh tekanan makroekonomi global, termasuk perlambatan industri di negara manufaktur besar, ketegangan perdagangan AS-China, dan kemungkinan kembalinya pasokan Rusia ke pasar global. Harga produk olahan minyak, termasuk bensin dan gas alam, ikut melemah, memberi kelegaan bagi konsumen, namun menekan margin produsen hulu migas, terutama yang tidak terintegrasi secara vertikal.
Sumber liputan6.com
