Perempuan Bekerja Tapi Tak Tercatat, Data Gender Tidak Akurat di Indonesia
1 min read

Perempuan Bekerja Tapi Tak Tercatat, Data Gender Tidak Akurat di Indonesia

Banyak perempuan bekerja di Indonesia, tetapi tidak tercatat secara administratif karena mereka memilih mengidentifikasi diri sebagai ibu rumah tangga (IRT). Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menekankan bahwa kondisi ini membuat data gender tidak akurat dan berdampak pada program pemerintah yang tidak tepat sasaran.

Di berbagai daerah, termasuk Cilacap, perempuan menghasilkan pendapatan tambahan namun tidak tercatat sebagai pekerja. Hal ini menunjukkan rendahnya pelibatan perempuan dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat lokal. Pemerintah mendorong pembangunan desa yang memasukkan layanan dasar untuk perempuan dan anak sebagai indikator utama, termasuk ruang aman, perlindungan, dan infrastruktur pendukung.

Selain itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Muhammad Taufiq, menyebut pendirian Pusat Studi Gender dan Kepemimpinan Birokrasi (PSGKB) sebagai langkah strategis untuk mendukung birokrasi yang responsif gender, inklusif, dan berbasis data. Dengan kolaborasi lintas sektor dan data yang akurat, percepatan kesetaraan gender di Indonesia bisa lebih efektif.

Sumber RRI.co.id