PKB Klarifikasi Klaim Nasdem Terkait Usulan Gelar Pahlawan untuk Syaikhona Kholil
2 mins read

PKB Klarifikasi Klaim Nasdem Terkait Usulan Gelar Pahlawan untuk Syaikhona Kholil

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, menanggapi munculnya klaim dari partai politik lain yang menyebut sebagai pengusul pertama gelar pahlawan nasional bagi ulama kharismatik asal Bangkalan, Syaikhona Muhammad Kholil.

Halim menegaskan, bagi PKB, hal terpenting adalah rasa syukur atas penetapan Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional, bukan soal siapa yang pertama kali mengusulkan.

“Itu urusan mereka, kita enggak usah klaim-klaim. Yang penting hari ini Bangkalan, Madura, Syaikhona Muhammad Kholil adalah pahlawan nasional yang harus kita syukuri, kita banggakan. Apalagi beliau adalah kiainya para kiai se-Indonesia,” kata Halim di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/11).

Menurut mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu, yang lebih penting adalah meneladani nilai-nilai perjuangan para tokoh asal Jawa Timur, termasuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Marsinah, bukan memperdebatkan siapa pengusul gelar pahlawan.

“Begitu juga soal Marsinah, monggo mau diklaim siapa yang mengajukan. Enggak penting bagi PKB, karena ajaran Gus Dur yang penting adalah kemanusiaan. Beliau-beliau itu tokoh yang mengedepankan kemanusiaan dan harus kita hormati,” ujarnya.

Halim menambahkan, PKB tidak ingin terjebak dalam perdebatan politik simbolik, tetapi memilih mensyukuri penghargaan negara terhadap tiga tokoh asal Jawa Timur yang mendapat gelar pahlawan nasional tahun ini.

“Kita enggak usah ngomong pengajuan. Yang kita lihat hari ini adalah tiga tokoh Jawa Timur mendapat gelar pahlawan nasional, dan PKB wajib mensyukuri itu,” tegasnya.

Ia menyampaikan rasa syukur atas penetapan gelar pahlawan nasional bagi Syaikhona Kholil, yang dikenal sebagai guru besar bagi banyak ulama Nusantara.

“Sangat puji syukur ke hadirat Allah atas karunia gelar pahlawan untuk Syaikhona Kholil Bangkalan. Beliau adalah guru dari seluruh kiai di Indonesia, termasuk KH Hasyim Asy’ari, KH Bisri Syansuri, KH Wahab Hasbullah, dan kiai besar lainnya. Sangat layak beliau mendapatkan gelar pahlawan,” kata Halim.

Selain itu, Halim juga menyinggung dua tokoh lain asal Jawa Timur yang mendapat penghargaan serupa: Gus Dur dan aktivis buruh Marsinah. Ia menilai ketiganya memiliki semangat perjuangan berakar pada nilai kemanusiaan.

“Nilai perjuangan dari Gus Dur harus diteladani oleh anak-anak muda. Gus Dur dan para kiai selalu mengedepankan kemanusiaan, memanusiakan manusia,” ujarnya.

Terkait Marsinah, Halim menyebut perjuangannya menjadi simbol keberanian buruh perempuan dalam memperjuangkan keadilan sosial.

“Marsinah saat itu berjuang membela buruh yang ditangkap karena demo menuntut kenaikan upah. Dua hari kemudian ia ditemukan meninggal dunia. Kisahnya mengingatkan kita bahwa kesejahteraan buruh masih jadi pekerjaan rumah besar bangsa ini,” tutur Halim.

Dikutip dari cnnindonesia.com