Rupiah Menguat dan Melemah di Tengah Neraca Pembayaran Kuartal III-2025
Nilai tukar rupiah bergerak melemah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, menjadi Rp16.733 per dolar AS. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, memperkirakan rupiah akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.675–16.775 per dolar AS di tengah pasar yang menantikan data neraca pembayaran kuartal III-2025.
Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi berjalan diproyeksikan surplus 2,93 miliar dolar AS atau 0,79% dari PDB, naik dari defisit 3,01 miliar dolar AS pada kuartal sebelumnya, didukung oleh lonjakan surplus perdagangan barang.
Dari mancanegara, investor menunggu data ketenagakerjaan AS periode November 2025 yang baru dirilis 16 Desember 2025, menambah ketidakpastian kebijakan The Fed. FOMC Minutes juga menunjukkan beberapa anggota mendukung mempertahankan Fed Funds Rate hingga akhir tahun.
Rupiah pada kurs JISDOR Bank Indonesia tercatat menguat di Rp16.732 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini dipengaruhi oleh sentimen domestik dan eksternal, termasuk surplus perdagangan dan kebijakan moneter AS.
Sumber antaranews.com
