Satgas Kuala Operasikan Sistem Penjernihan Air Canggih untuk Korban Bencana
Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin membentuk Satgas Kuala pada Kamis (1/1/2026) untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara. Satgas ini bertugas mengeruk sungai dangkal yang tertimbun tanah serta memanfaatkan aliran airnya untuk kebutuhan masyarakat terdampak.
Satgas Kuala terdiri dari dua komposisi:
- Pendalaman Kuala – fokus membersihkan sungai dari sedimen dan lumpur.
- Pemanfaatan Air – memproses air melalui sistem water treatment agar aman dikonsumsi.
Teknologi penjernihan air yang digunakan meliputi:
- Tabung filtrasi fiber reinforced plastic untuk menyaring partikel besar.
- Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring partikel mikroskopis dan garam terlarut.
- Penyinaran ultraviolet (UV) untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya.
Menhan Sjafrie memastikan Satgas Kuala akan segera beroperasi guna mendukung pemulihan fasilitas air bersih dan memudahkan masyarakat kembali menjalani kehidupan normal pascabencana.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya terpadu pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, yang juga mencakup:
- Pembangunan 1.000+ hunian sementara di tiga provinsi.
- Penurunan 1.138 personel IPDN untuk memulihkan layanan pemerintah desa.
- Pengiriman 2.500 ton bantuan PMI untuk pemulihan pascabencana.
- Rehabilitasi fasilitas kesehatan dan perbaikan infrastruktur publik.
Pendekatan TSM (Terstruktur, Sistematis, Masif) memastikan pemulihan pascabencana berlangsung cepat, terkoordinasi, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Dikutip dari antaranews.com
