Semarang Perkuat Infrastruktur dan Pompa Air Hadapi Puncak Musim Hujan
1 min read

Semarang Perkuat Infrastruktur dan Pompa Air Hadapi Puncak Musim Hujan

Semarang – Pemerintah Kota Semarang menyiagakan 220 pompa air, baik permanen maupun portabel, sebagai langkah antisipasi menghadapi banjir saat puncak musim hujan 2026. Pompa-pompa ini ditempatkan di seluruh titik rawan, termasuk penambahan di Tawang Mas dan Peterongan.

Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan, strategi yang dijalankan bukan sekadar respons darurat, tetapi juga meliputi perbaikan infrastruktur permanen. Di Kaligawe, misalnya, outlet diperlebar dari 10 meter menjadi 40 meter untuk mengalirkan air lebih optimal. Puluhan waduk mini di Mijen dan Jatingaleh juga dikeruk dan diperdalam sebagai bagian dari sistem polder terbaru.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum memperkuat armada pompa di titik-titik rawan, sementara saluran utama di Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Pandanaran, dan sepanjang Banjir Kanal Timur dibersihkan secara intensif.

Agustina menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi, termasuk BBWS, BPJN, dan Kodim, untuk memastikan respons cepat dan terintegrasi. Ia juga mengajak warga aktif menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke saluran air, sebagai bagian dari upaya kolektif pencegahan banjir.

Dikutip dari antaranews.com