Seskab Dorong Dukungan Publik untuk WFH dan Efisiensi Energi Mulai April 2026
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung transformasi budaya kerja nasional yang mulai diterapkan pemerintah. Kebijakan ini mencakup delapan langkah utama, termasuk penerapan work from home (WFH) serta upaya efisiensi energi dan mobilitas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kebijakan tersebut mulai berlaku 1 April 2026, dengan penerapan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat, disertai pembatasan penggunaan kendaraan dinas, efisiensi perjalanan, dan dorongan penggunaan transportasi umum. Untuk sektor swasta, aturan akan disesuaikan melalui surat edaran berdasarkan karakteristik masing-masing industri.
Meski demikian, sejumlah sektor esensial seperti kesehatan, keamanan, serta layanan publik tetap dikecualikan dari skema WFH. Pemerintah juga mendorong pemerintah daerah untuk memperluas kebijakan seperti car free day guna mengurangi mobilitas dan konsumsi energi.
Selain itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tetap tidak berubah, sementara harga BBM nonsubsidi masih dalam tahap kajian. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, produktif, serta berkontribusi dalam mendukung kebijakan ini demi menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global.
Dikutip dari antaranews.com
