Stevia sebagai Pengganti Gula: Manfaat, Risiko, dan Keamanannya bagi Kesehatan
1 min read

Stevia sebagai Pengganti Gula: Manfaat, Risiko, dan Keamanannya bagi Kesehatan

Stevia merupakan pemanis alami tanpa kalori yang berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Tingkat kemanisannya bahkan bisa mencapai 300 kali lebih tinggi dibandingkan gula pasir, sehingga penggunaannya cukup sedikit untuk menghasilkan rasa manis. Karena tidak mengandung kalori maupun karbohidrat, stevia kerap dijadikan alternatif gula bagi mereka yang ingin mengontrol berat badan, membatasi asupan gula, atau menjaga kadar gula darah, termasuk penderita diabetes.

Meski dianggap lebih sehat, penggunaan stevia tetap perlu diperhatikan. Tidak semua produk stevia di pasaran mengandung ekstrak murni, karena sebagian di antaranya dicampur dengan pemanis lain, bahan pengisi, atau perisa tambahan. Selain itu, konsumsi stevia dalam jumlah berlebihan berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, mual, atau sakit perut. Beberapa penelitian juga menyoroti kemungkinan pengaruh stevia terhadap keseimbangan bakteri usus, meski hasilnya masih beragam.

Di sisi lain, stevia memiliki sejumlah manfaat potensial, seperti tidak meningkatkan kadar gula darah, membantu mengurangi asupan gula harian, serta berpotensi mendukung pengelolaan berat badan. Dibandingkan pemanis buatan, stevia berasal dari tanaman alami, meski dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan masih terus diteliti. Oleh karena itu, stevia dinilai aman dikonsumsi selama digunakan secara bijak dan dalam batas wajar.

Dikutip dari liputan6.com