Subsidi Energi dan Nonenergi Capai Rp 281,6 Triliun, APBN 2025 Defisit 2,92%
1 min read

Subsidi Energi dan Nonenergi Capai Rp 281,6 Triliun, APBN 2025 Defisit 2,92%

Pemerintah merealisasikan subsidi sebesar Rp 281,6 triliun sepanjang 2025, mencakup subsidi energi dan nonenergi. Subsidi energi terbesar diberikan pada BBM sebesar 18,98 juta kiloliter (+4,7% dari 2024), LPG 3 kg 8,54 juta ton (+3,9%), serta listrik untuk 42,8 juta pelanggan (+2,6%).

Sementara itu, subsidi nonenergi juga meningkat, termasuk pupuk bersubsidi 8,1 juta ton (+12,1%) dan subsidi perumahan untuk 278,9 ribu unit (+39,5%). Pemerintah menyederhanakan birokrasi dan menurunkan harga eceran tertinggi pupuk untuk mempercepat penyaluran dan meningkatkan akses masyarakat.

Dari sisi fiskal, APBN 2025 mencatat defisit Rp 695,1 triliun atau 2,92% dari PDB. Pendapatan negara mencapai Rp 2.756,3 triliun, sementara belanja negara Rp 3.451,4 triliun, termasuk belanja kementerian/lembaga Rp 1.500,4 triliun dan transfer ke daerah Rp 849 triliun. Capaian ini menunjukkan peran APBN dalam menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi nasional.

Dikutip dari liputan6.com