Transformasi Haji Indonesia: Wamenhaj Dahnil Tekankan Ritual, Ekonomi, dan Peradaban
1 min read

Transformasi Haji Indonesia: Wamenhaj Dahnil Tekankan Ritual, Ekonomi, dan Peradaban

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah melakukan transformasi haji Indonesia yang menekankan tiga pilar utama: ritual, ekosistem ekonomi, dan peradaban. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa haji bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga simbol kebangsaan dan perubahan.

Dalam aspek ritual, Kemenhaj berkomitmen pada kultur meritokrasi, menempatkan kompetensi dan integritas sebagai syarat utama SDM. Praktik rente dan asimetri informasi dalam layanan haji tengah dibersihkan agar pelayanan lebih transparan.

Selain itu, Kemenhaj memberlakukan kebijakan baru terkait masa tunggu haji, yaitu rata-rata 26 tahun secara nasional, untuk mengurangi ketimpangan antarprovinsi. Misalnya, Provinsi Bengkulu sebelumnya memiliki masa tunggu antara 13 hingga 35 tahun.

Kemenhaj juga merumuskan penguatan ekosistem ekonomi haji, termasuk rencana pengubahan Asrama Haji menjadi Hotel Haji. Hotel ini akan melayani haji, umrah, dan potensi ekonomi keumatan lainnya melalui kolaborasi pemerintah dan swasta.

Dengan strategi ini, transformasi haji Indonesia diharapkan meningkatkan kualitas layanan, pemerataan, dan manfaat ekonomi bagi umat.

Dikutip dari RRI.co.id