Kasus Dokter Icha, PDIP Siap Jatuhkan Sanksi hingga Pemecatan Kader
1 min read

Kasus Dokter Icha, PDIP Siap Jatuhkan Sanksi hingga Pemecatan Kader

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan partainya akan memberikan sanksi kepada kader yang terbukti terlibat dalam dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha. Menurut Djarot, proses penindakan akan dilakukan sesuai tingkat pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh kader bersangkutan.

Ia menjelaskan bahwa sanksi yang diberikan dapat berupa teguran lisan, tertulis, hingga pemecatan dari partai apabila terbukti melakukan intimidasi atau perundungan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya dugaan keterlibatan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, dalam insiden yang menjadi perhatian publik tersebut.

Salah satu nama yang disebut dalam kasus ini adalah anggota DPRD TTU, Veronika Lake dari Fraksi PDIP. Menanggapi tudingan yang beredar, Veronika menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dokter Icha dan memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang terjadi di RS Leona pada 13 Juni 2026.

Menurut Veronika, kehadirannya di rumah sakit saat itu bukan kunjungan yang direncanakan, melainkan karena ikut rombongan anggota DPRD yang hendak menjenguk kerabat yang sedang menjalani perawatan. Ia mengaku sempat menyaksikan perdebatan antara dokter dan dua anggota DPRD sebelum ikut menanyakan perkembangan penanganan pasien.

Terkait pernyataannya yang menyebut “panggil wartawan saja”, Veronika menegaskan ucapan tersebut tidak ditujukan kepada dokter secara pribadi. Ia menyebut pernyataan itu merupakan usulan agar pelayanan kesehatan di rumah sakit mendapat perhatian publik dan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi sorotan publik dan menunggu proses klarifikasi serta pendalaman lebih lanjut dari pihak terkait.

Sumber liputan6.com