Prabowo Percepat Penertiban BUMN, 240 Perusahaan Sudah Ditutup dan Terus Bertambah
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup 240 badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak efisien dan terus merugi. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 250 perusahaan pada akhir Juli, sebelum mencapai 800 BUMN hingga 31 Desember 2026.
Menurut Prabowo, langkah penertiban dilakukan terhadap perusahaan yang tidak pernah mencatatkan keuntungan serta membebani keuangan negara. Kebijakan tersebut diklaim telah menghasilkan penghematan anggaran hampir Rp70 triliun, terutama dari efisiensi biaya operasional dan pengeluaran direksi.
Presiden juga mengaku baru mengetahui jumlah BUMN mencapai 1.077 perusahaan setelah dilantik. Ia menilai jumlah tersebut masih berpotensi lebih besar jika memperhitungkan anak perusahaan hingga perusahaan turunannya. Menurutnya, penataan dilakukan untuk meningkatkan transparansi serta mencegah penyalahgunaan aset dan keuangan negara.
Prabowo menambahkan upaya restrukturisasi mulai menunjukkan hasil positif. Ia mencontohkan PT Garuda Indonesia yang sebelumnya sempat direncanakan untuk dijual, namun kini mulai menunjukkan pemulihan kinerja dan diproyeksikan kembali mencatatkan keuntungan setelah bertahun-tahun mengalami kerugian.
Dikutip dari antaranews.com
