Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Konflik AS-Iran dan Gangguan Pasokan Global
Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (10/7/2026), namun secara mingguan tetap mencatat kenaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Minyak mentah Brent berakhir di level US$76,01 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) ditutup pada US$71,41 per barel.
Meski mengalami koreksi harian, harga Brent masih menguat sekitar 5 persen dan WTI naik sekitar 4 persen sepanjang pekan. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global akibat memanasnya konflik di kawasan Teluk, terutama di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Situasi memanas setelah Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur militer AS di kawasan Teluk sebagai respons atas serangan Washington ke wilayah Iran. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan kedua negara masih berpeluang melanjutkan perundingan damai, meski pemerintah AS menegaskan status gencatan senjata telah berakhir.
Badan Energi Internasional (IEA) menilai eskalasi konflik berpotensi memengaruhi proyeksi pasokan minyak global. Sementara itu, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan masih terbatas, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kelancaran distribusi energi dunia, mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global melewati jalur tersebut.
Dikutip dari liputan6.com
