Jarak Pandang di Danau Toba Diperkirakan di Bawah 500 Meter, Penyeberangan Terganggu
1 min read

Jarak Pandang di Danau Toba Diperkirakan di Bawah 500 Meter, Penyeberangan Terganggu

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tebal di kawasan Danau Toba, khususnya Pulau Samosir, Sumatera Utara, Kamis (15/10/2026). Kondisi ini mengganggu jarak pandang, memperlambat penyeberangan kapal, dan turut memengaruhi aktivitas wisata.

Warga Tuktuk, Efdal Ridho, mengatakan jarak pandang diperkirakan kurang dari 500 meter. Ia bersama istrinya menyeberang dari Pelabuhan Tomok menuju Pelabuhan Ajibata dengan waktu tempuh sekitar satu jam, lebih lama 25 menit dari biasanya yang berkisar 35 menit.

Meski layanan penyeberangan masih berjalan normal, kapal harus melaju lebih lambat demi keselamatan. Kabut yang tebal juga membuat kapal lain sulit terlihat hingga berada dalam jarak dekat. Kondisi tersebut membuat wisatawan yang berkunjung tampak lebih sepi.

Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menyampaikan bahwa pola pergerakan angin dari timur hingga tenggara menuju barat laut dan utara mengindikasikan asap berpotensi berasal dari Sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Namun, sumber pasti asap masih memerlukan analisis lebih lanjut.

BMKG juga mencatat tiga titik panas berkategori sedang di Kabupaten Labuhanbatu dan Tapanuli Selatan. Sementara itu, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat, dengan jarak pandang di beberapa stasiun meteorologi berkisar 1–3 kilometer.

Masyarakat yang melintas di kawasan berkabut diimbau berhati-hati, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan untuk mengurangi risiko kecelakaan.